Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rawat Anggrek Agar Cepat Berbungan dan Subur Dengan 7 Tips Mudah ini

Rawat Anggrek Agar Cepat Berbungan dan Subur Dengan 7 Tips Mudah ini

Jika berbicara tentang tanaman hias, bunga anggrek tidak akan pernah terlewatkan. Selain memiliki bentuk yang indah, bunga ini juga memiliki wangi yang menenangkan. Namun, kesalahan dalam merawat bunga anggrek dapat membuatnya rusak atau bahkan tidak tumbuh.

Meski terlihat rentan, sebenarnya merawat bunga anggrek tidaklah sulit. Ada banyak tips yang akan memudahkan anda dalam merawat bunga anggrek. Bagi anda yang kesulitan merawat bunga anggrek, ikuti 7 tips mudah ini agar bunga anggrek cepat berbunga dan subur:

1. Pastikan Sistem Drainase

Salah satu penyebab yang membuat bunga anggrek mati adalah air yang terlalu banyak. Karena itu, anda harus memperhatikan penyiraman untuk bunga anggrek. Beberapa jenis bunga anggrek bahkan hanya perlu disiram setiap satu minggu sekali.

Kesalahan bukan hanya terjadi pada frekuensi penyiraman yang anda lakukan. Sistem drainase yang jelek juga membuat air tidak bisa mengalir dengan benar sehingga terus menggenang di media tanam. Lambat laun hal ini akan membuat bunga anggrek membusuk.

Untuk mengatasinya, anda harus memilih pot yang tepat untuk bunga anggrek. Pilihlah pot yang memiliki lubang kecil pada bagian bawahnya. Lubang ini berfungsi untuk mengalirkan air keluar dari pot.

Agar media tanam tidak ikut jatuh bersama air dari lubang tersebut, anda bisa melapisinya dengan kertas karton terlebih dahulu sebelum menanam bunga anggrek. Sistem drainase sederhana seperti ini sudah cukup memenuhi kebutuhan air untuk bunga anggrek.

2. Gunakan Media Tanam yang Tepat

Sama pentingnya seperti membuat sistem drainase yang tepat, memilih media tanam juga harus diperhatikan. Media tanam menjadi tempat bertumbuhnya bunga anggrek. Jika media tanam tidak berkualitas, maka bunga anggrek yang tumbuh juga kesulitan untuk berkembang.

Ada banyak sekali media tanam yang dapat anda gunakan untuk tanaman anggrek. Namun, anda harus memperhatikan tekstur dan kandungan gizi dalam media tanam tersebut. Media tanam dengan tekstur yang baik akan bisa menahan unsur hara lebih banyak. Unsur hara sangat penting dalam perkembangan bunga anggrek.

Beberapa media tanam yang cocok utnuk menanam bunga anggrek adalah serat pakis, serabut kelapa, kulit kayu, hingga arang kayu. Bahkan pecahan batu bata hingga potongan genteng juga bisa dijadikan media tanam untuk bunga anggrek.

3. Perhatikan Syarat Tanam

Hampir seluruh tanaman memiliki syarat tumbuh masing-masing yang meliputi suhu, ketinggian tempat penanaman, dan intensitas cahaya yang dibutuhkan. Bunga anggrek juga memiliki syarat tumbuh yang harus anda ikuti jika ingin bunga ini tumbuh dengan optimal.

Bunga anggrek akan tumbuh dengan sangat baik pada lingkungan dengan suhu minimal 12,7oC. Pertumbuhan bunga anggrek dapat tergganggu jika ditanam pada suhu di bawah itu.

Dataran dengan ketinggian hingga 1500 meter dari permukaan laut sangat ideal untuk menanam pohon anggrek. Terakhir, intensitas cahaya yang dibutuhkan bunga anggrek berkisar antara 75% sampai 90%.

4. Pemberian Pupuk

Hanya menyiram bunga anggrek secara rutin saja tidak cukup untuk membuat bunga ini tumbuh dengan optimal. Anda juga harus memberikan pupuk untuk membantu perkembangannya.

Pemberian pupuk untuk bunga anggrek harus memperhatikan nutrisi yang dibutuhkannya. Pada kondisi yang normal, bunga anggrek membutuhkan nutrisi berupa unsur hara.

Unsur hara terbagi menjadi 2 berdasarkan jumlah kebutuhan bunga anggrek, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Unsur hara mikro, yang terdiri dari nitrogen, fosfor, dan kalium, dibutuhkan bunga anggrek dalam jumlah yang banyak. Sedangkan unsur hara mikro berupa magnesium, kalsium, besi, seng, zinc, boron, tembaga, dan klor hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit oleh bunga anggrek.

Berikanlah pupuk dengan kandungan unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Jangan juga memberikan pupuk terlalu banyak. Memberikan pupuk berlebihan tidak akan membuat bunga anggrek tumbuh lebih cepat. Malah bisa membunuhnya.

Salah satu pemupukan yang bisa Anda gunakan adalah menggunakan pupuk organik, dengan penggunaan pupuk anggrek dengan dosis yang tepat akan memaksimalkan kualitas bunga anggrek.

5. Tambahkan Zat Pengatur Tumbuh

Selain pemberian pupuk, penambahan zat pengatur tumbuh atau ZPT juga bisa merangsang pertumbuhan bunga anggrek agar lebih subur. Pastinya, anda harus memilih zat pengatur tumbuh yang tepat untuk bunga anggrek.

Ada banyak jenis zat pengatur tumbuh yang harus anda kenal, yaitu auksin, sitokinin, giberelin, asam absitat, dan etilen. Setiap zat tumbuh memiliki fungsi merangsang hormon untuk tanaman yang berbeda-beda.

Giberelin merupakan zat pengatur tumbuh yang paling tepat untuk bunga anggrek karena memang fungsinya untuk merangsang pertumbuhan bunga. Zat pengatur tumbuh yang satu ini bekerja dengan cara mempengaruhi hormon bunga anggrek sehingga bisa mempercepat pertumbuhannya.

Selain mempercepat pertumbuhan bunga anggrek, zat pengatur tumbuh giberelin juga akan membuat batang bunga anggrek menjadi lebih panjang.

6. Mengatasi Hama

Hama adalah organisme yang sering merugikan bagi makhluk hidup lain, termasuk tanaman anggrek. Bunga anggrek yang diserang oleh hama akan kesulitan untuk tumbuh karena ada beberapa bagian yang tidak bisa bekerja dengan maksimal.

Ada banyak sekali hama yang kerap menyerang bunga anggrek, seperti kutu, semut, belalang, trips, keong, dan kumbang. Hama-hama ini kerap menyerang berbagai bagian pada bunga anggrek dengan menyebabkan gejala kuning pada daun hingga kerontokan pada bunga anggrek.

Jika jumlah hama yang menyerang masih sedikit, anda bisa menggunakan cara manual dengan menyingkirkannya sendiri. Kalau serangan hama semakin banyak, anda harus menggunakan pestisida untuk membunuh para hama.

Anda harus mencegah hama sebelum terjadi serangannya dengan cara membuat ramuan sendiri yang terdiri dari bawang putih atau sabun. Selain itu, gunakan juga plastik untuk menghalangi hama.

7. Mengatasi Penyakit

Selain hama, ada pula penyakit yang kerap menyerang tanaman anggrek. Buluk, rebah kecambah, bercak cokelat, busuk akar, layu, busuk, bercak cincin, dan busuk hitam merupakan daftar penyakit pada tanaman anggrek.

Gejala yang ditimbulkan penyakit ini juga bermacam-macam, seperti timbulnya bercak berwarna kecokelatan yang membuat daun tidak bisa berfungsi dengan baik hingga busuk pada bagian tertentu. Jika terus dibiarkan bagian yang sakit akan layu hingga bunga anggrek mati.

Penyakit pada tanaman anggrek bisa disebabkan oleh jamur, bakteri, atau virus. Jika disebabkan oleh jamur, anda dapat menggunakan fungisida untuk membasminya. Serangan yang disebabkan oleh bakteri atau virus dapat anda kendalikan dengan memangkas bagian yang terinfeksi agar tidak menyebar pada bagian yang lain.

Anda juga dapat mencegah penyakit pada bunga anggrek dengan memperhatikan jumlah pupuk serta air yang anda berikan. Perhatikan juga kebersihan lingkungan sekitar karena lingkungan yang kotor menjadi penyebab datangnya bakteri dan virus.

Itulah 7 tips merawat anggrek dengan mudah yang dapat anda lakukan agar cepat berbunga dan subur. Perawatan rutin sangat penting untuk anda berikan agar bunga anggrek bisa tumbuh dengan optimal. Pastikan untuk memberikan pupuk dan air secukupnya saja.

Posting Komentar untuk "Rawat Anggrek Agar Cepat Berbungan dan Subur Dengan 7 Tips Mudah ini"